Profil

Latar Belakang

Festival Film Bela Negara 2019

Festival Film Bela Negara kembali digelar di Kampus UPN Veteran Jakarta dengan mengangkat tema besar soal Industri 4.0 dan Budaya Nusantara. Festival Film Bela Negara (FFBN) 2019 merupakan kegiatan kedua yang dibuat untuk menampung film-film pendek dokumenter maupun fiksi. Perhelatan ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas pemuda dan insan perfilman juga diharapkan menjadi peluang tersendiri di era revolusi industri 4.0, utamanya dalam mempertahankan pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Sebagai bagian dari sivitas akademika kampus bela negara, FIBER Production yang merupakan organisasi Kelompok Studi mahasiswa (KSM) FISIP UPN Veteran Jakarta yang fokus di bidang perfilman memiliki program kerja tahunan salah satunya melalui program festival film dengan tujuan untuk meningkatkan apresiasi masyarakat dalam bentuk penilaian, pengamatan dan pengkajian film sesungguhnya yang juga merupakan amanat Undang- Undang no 33 Tahun 2009 tentang Perfilman bahwa pengapresiasian terhadap film merupakan kegiatan yang menjadi salah satu perhatian, termasuk didalamnya kegiatan loka karya, seminar dan diskusi.

Dalam kegiatan Festival Film Bela Negara, salah satu rangkaian festival ini diantaranya Workshop Penciptaan Film Pendek. Festival film dan workshop ini mengangkat tema besar yaitu “Industri 4.0 dan Budaya Nusantara”. Tema ini diangkat melalui diskusi Panjang dengan motivasi bahwa sebagai kaum muda di era millenial seperti saat ini dapat menerapkan sikap bela negara serta melestarikan budaya nusantara dalam kehidupan sehari-hari. Mengingat film merupakan kerja kolaboratif, banyak unsur pembangun yang bersifat teknis dan kreatif dalam pembuatan film. Oleh karena itu, kami mengadakan Workshop Penciptaan Film Pendek. Dalam Workshop ini terdapat empat jenis  kegiatan,  hari pertama adalah Workshop Penulisan Skenario dan Workshop Manajemen Produksi, hari kedua yakni Penyutradaraan, Tata Cahaya, dan  Kamera (Sinematografi). Hari ketiga adalah workshop Tata Suara, Artistik, dan Editing, dan hari keempat adalah Produksi Penciptaan Film Pendek.

Kegiatan workshop penciptaan film pendek ini merupakan upaya untuk meningkatkan pengetahuan maupun keterampilan mahasiswa khususnya dan masyarakat pada umumnya, juga diharapkan untuk sebuah apreasiasi terhadap film sebagai sebuah karya artistik dan kultural yang  bisa dijadikan justifikasi sebagai sebuah keilmuan.

Screening film merupakan kegiatan pemutaran sebuah film. Dalam screening ini akan diputar film-film Indonesia dengan tujuan untuk memberikan wawasan mengenai film yang ditunjukan kepada khalayak dan agar masyarakat terlebih mahasiswa bisa lebih mengapresiasi film-film indonesia. Kegiatan screening film ini memiliki acara yaitu pemutaran film yang pernah masuk nominasi festival nasional ataupun film indie.

Dalam kegiatan Festival Film Bela Negara, rangkaian kegiatan festival selanjutnya ini diantaranya mengadakan Kuliah Umum dengan mengundang para pakar maupun professional di bidangnya. Kuliah umum diharapkan dapat memberi ruang bagi pengembangan wacana akademis. Kuliah Umum ini mengangkat sebuah tema dari turunan tema besar Festival Film Bela Negara “Menjaga kreativitas Sineas di Tengah Fenomena Artificial Intelligent”. Dalam Kuliah Umum ini terdapat 2 kali kegiatan, yang pertama pada Senin, 14 Oktober 2019,  dan yang kedua pada Senin, 28 Oktober 2019.

Rangkaian terakhir dan merupakan puncak acara yaitu penganugerahan, penganugerahan merupakan acara puncak dari semua acara Festival Film Bela Negara 2019 ini. Penganugerahan dilaksanakan dengan tujuan yaitu memberikan penganugerahan kepada para pemenang peserta lomba. Dengan adanya penganugerahan ini juga diharapkan para generasi muda akan lebih bersemangat dalam memberikan gagasan yang berkualitas khususnya pada perfilman di Indonesia.